Friday, May 3, 2013

warih Modif Yamaha Jupiter Z azik motoprix balap

warih Modif Yamaha Jupiter Z azik motoprix balap - terbaru sekali ajib azik ada dari warih Modif Yamaha Jupiter Z azik motoprix balap.

Modif Yamaha Jupiter Z, 2010 (Jogja)

Yamaha Jupiter Z, Kesempurnaan Raih Podium Motoprix

Sirkuit Stadion Maulana Yusuf (Serang-Banten) yang jadi seri pertama Kejurnas MotoPrix Region 2 2013, bisa dibilang Afgan. Eh, maksudnya kayak judul lagunya Afgan yang ‘Sadis’. Maaf, itu karena karakter sirkuit yang ditawarkan tergolong bumpy dan bahkan ada beberapa bagian sedikit rusak dan berdebu. Tentunya buat menaklukkan sirkuit ini, butuh paduan seting mesin, sasis dan suspensi sempurna!

Kondisi ini, dipahami betul Teguh Nugroho alias Teguh War-Wer. Untuk menjadi kampiun di kelas MP2 alias Bebek 4-Tak 110 cc Tune-Up Seeded, racer ini dibekali tiga hal. Yaitu; rasio kompresi mesin rendah, sasis lincah dan suspensi belakang model air suspension.
“Rasio kompresi mesin dibikin 12,2 : 1 dengan bahan bakar Pertamax Plus,” ujar Andi Maskur alias Plonteng selaku tunner tim Yamaha IRM PJM FDR NHK (YIPFN). Kompresi ini, dikarenakan pemapasan head silinder 0,5 mm. Dan juga, piston yang tingginya dibuat menjadi 13 mm jika diukur dari bibir pen piston bagian atas.

Plonteng tidak ingin putaran bawah galak. Itu karena karakter War-Wer yang suka tutup gas jelang mulut tikungan dan buka gas sebelum keluar tikungan. “Power bawahnya juga sudah dapat. Hanya tinggal fokus bermain di putaran tengah ke atas saja,” sebut tunner 26 tahun itu.

Lanjut! Power atas didukung dari setingan kem yang terapkan durasi 272 derajat (in) dan 270° (ex). Durasi ini, ditemani klep Sonic diameter 28 mm (in) dan 23 mm (ex). Menurutnya, kombinasi inilah yang mampu mendukung seting putaran atas biar bisa lebih berlari.
Soal sasis, mungkin tak perlu diragukan lagi kelincahan frame milik Yamaha Jupiter Z. So, tinggal peran suspensi saja yang jadi ujung tombak. Buat meredam galaknya power bawah, tim IRM aplikasi air suspension merek Kawahara Racing. Sok belakang yang dirancang tanpa pegas alias per ini, mampu menjawab gaya balap dan sirkuit yang bumpy.

“Ketika pertama dites di Sirkuit Mandala Krida (Jogja; Red) sebelum balap ini, seting langsung ketemu. Malah jadi enggak ragu buat perbesar power mesin. Karena Teguh bisa menaklukkan motor ini,” beber Plonteng yang juga asal Jogja.

Benar saja! Terlihat di tikungan terkahir sebelum finish. Tikungan yang bumpy, mampu dilahap mulus tanpa sliding. Padahal, grip gas sudah dibuka secara penuh.

“Saya perhatikan, motor lain coba ikuti dengan membuka grip gas lebih awal, yang ada malah ban belakang sliding terus,” senang Hasan Tandina selaku Owner tim IRM. Congratzzz..!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Battlax 140/70-17
Knalpot  : Suzuki GSX 400
Pelek belakang : Baros 4,5 x 17
AE Garage : 0815-9941260
 
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 dhono-warih Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates | Privacy | Feed Rss