Friday, May 3, 2013

warih Modif Yamaha Jupiter Z 158 azik handal

warih Modif Yamaha Jupiter Z 158 azik handal - terbaru sekali ada dari warih Modif Yamaha Jupiter Z 158 azik handal.

Modif Yamaha Jupiter Z, 2010 (Bandung)

Yamaha Jupiter Z, Juara Setelah Akali Dehidrasi Bahan Bakar

Engine pacuan balap pun bisa jadi ‘dehidrasi’. Seperti dialami Yamaha Jupiter-Z yang dipacu Anggi Permana kala turun di club event di Sirkuit Gokart Sentul, beberapa waktu lalu.

Ketika bertarung di race 1 kelas Bebek 125 cc 4-Tak Tune Up Seeded, Jupiter Z ini diberi ‘umpan’ rasio kompresi mesin 11,9 : 1. Rupanya, perbandingan ini masih terlalu tinggi.

Ditambah panasnya mentari kala itu, membuat aspal juga seakan ikut memanggang engine. Akibatnya, setingan pacuan yang aplikasi bahan bakar Pertamax Plus ini lebih pilih bermain aman. Artinya, enggak ngotot untuk tampil di deretan terdepan.

“Karakter Pertamax Plus memang seperti itu. Lebih panas ketimbang Bensol. Kalau salah seting atau salah terapkan rasio kompresi mesin, yang kalah di part mesin,” ujar Haris Sakti, tunner tim Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya.

Memang, terlihat usai race 1. Salah satu part yang ‘terluka’ oleh panas itu adalah piston. Piston diameter 55,25 mm yang jadi andalan di Jupiter Z ini, sedikit terluka di bagian permukaan. “Sebenarnya kalau setingnya ketemu, piston masih kuat-kuat saja,” sebut Mletis.
Untuk menuju race 2, akhirnya Mletis putar otak dengan menurunkan rasio kompresi mesin ke 11,8 : 1. Tujuannya, agar mesin enggak step macam bocah yang terkena panas tubuh tinggi. Toh, angka ini juga dipilihnya karena beberapa pertimbangan. Salah satunya, cuaca yang tak terlalu terik lagi.

Kali ini, tinggi dome piston dibuat 1,5 mm jika diukur dari bibir terluar permukaan piston. Lalu, posisi mendem piston dari permukaan blok silinder teratas dibuat jadi 0,7 mm.

Agar rasio kompresi diinginkan sesuai, kepala silinder juga ikut dipapas hingga 0,3 mm. Setelah itu, Mletis yang asli Jogja ini pun ikut menyesuaikan timing pengapian. Pakai CDI Rextor tipe Pro Drag, timing tertinggi dibuat jadi 33 derajat di 9.000 rpm. Sebelumnya, bermain di 32,5 derajat. Limitter CDI, dipatok di 14.800 rpm. “Sebenarnya bisa 15.200 rpm,” ujar tunner muda berbakat ini.

Wajar saja kalau kitiran mesin bisa sentuh 15.200 rpm. Itu karena Mletis aplikasi klep berbahan titanium dari special engine Honda CRF250. “Per klep pakai Akutagawa spesialis titanium,” katanya.

Usaha yang dilakukan tak sia-sia. Anggi yang kala itu masih dinaungi cidera pergelangan tangan pun mampu podium pertama di race 2. (motorplus-online.com)




DATA MODIFIKASI

Ban: IRC 166 90/80-17
Cakram: TDR
Sok belakang: YSS
Master rem: Suzuki Thunder 250
Karburator: Keihin PWK Sudco 28 mm
 
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 dhono-warih Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates | Privacy | Feed Rss