Friday, May 3, 2013

warih Modif Yamaha Mio Sporty 07 silver street azik

warih Modif Yamaha Mio Sporty 07 silver street azik - terbaru sekali ad adari warih Modif Yamaha Mio Sporty 07 silver street azik.

Modif Yamaha Mio Sporty, 2007 (Ciamis)

Yamaha Mio Sporty, Matic Fighter!

Ini juga modif motor matic keluar dari pakem. Gaya Street Fighter (SF) tidak hanya cucok untuk motor jenis pria. Tapi, jika diolah pada motor feminim pun terlihat bagus. Asal, olahan dan hasilnya harus pas dengan konsep yang ditawarkan. Salah satu contoh kreasi matik bergaya SF nongol pada besutan milik Yayan Kabayan asal Ciamis, Jawa Barat.

Konsep ini ditangkap Falmi Fajri Shidiq dari Street Garege 88 (SG88), Ciamis. “Temanya SF bergaya single seater, paduan bodi simpel dan olahan sasis sederhana lebih menonjol,” buka modifikator gaul disapa Falmi ini.

Ciri SF tampak jelas pada pemilihan sikilan atawa kaki-kaki. Enggak terlalu gendut, “Tapi, cukup untuk menunjukkan aksen SF yang cenderung agak gede namun fungsional,” jelas modifikator yang markasnya di Jl. H. Hasan No. 41, Kel. Cigembor, Ciamis ini.

Semuanya memang mengarah ke sisi fungsional. Makanya nggak heran kalau pelek masih aplikasi model jari-jari. “Sebab susah mencari pelek lebar yang bagus dengan ukuran 14 inci. Kalau untuk ukuran 17 inci, limbahnya lebih mudah untuk dicari,” cuap modifikator penyuka kacamata hitam ini.

Makanya bodi pun pilih desain kombinasi, bagian depan terlihat cenderung gendut dengan pilihan bentuk padat dan lebar khas SF. Apalagi, bodi depan itu digabung sama bodi belakang mungil bin lancip khas Banyumasan.
Untuk desain bodi belakang Wiwin kasih desain yang penuh sudut. “Ini agar ciri SF dapat, jadi terlihat bodi semakin maju dengan jok single seater,” papar Falmi sambil menyebut angka 25 cm sebagai identitas panjang undur-undur.

Ciri ala petarung jalanan yang lainnya adalah pemakaian sasis tubular pada tengah dek depan. “Tidak ada fungsi secara material, cuma sebagai aksen visual aja biar nuansa street-nya terasa dan lebih dinamis,” yakin modifikator yang terpengaruh gaya buntung dari Agus Djanuar Purwokerto ini.

Untuk material seluruh bodi Falmi coba menggunakan serat fiberglass yang gaul di kalangan modifikator sebagai serat fiber. Sedangkan untuk finishingnya, Falmi pilih kelir kalem Silver Tone Siekens plus polirednya.
Yang menarik, garapan Falmi tidak hanya menonjolkan tampilan semata. Namun sisi handling dan stabilitas motor saat dipakai riding menjadi nomor satu. Termasuk sisi kenyamanan tentunya.

Contohnya pemilihan bentuk jok dan bodi belakang. Jika dicermati, memang buntutnya kecil. Otomatis, tangki harus pindah posisi. “Selain secara konsep memang tangki harus pindah, juga biar center of gravitynya tetap sempurna seperti motor standar, jadi, motor nyaman dipakai saat riding. Sebab, beban bertumpu di depan,” analisis builder kalem ini.

Begithu toh! (motorplus-online.com)
 
DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 100/70-14
Ban belakang: FDR 160/80-14
Sok depan : RX King
Sok belakang: F1ZR
SG88: 0878-26280866
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2012 dhono-warih Seo Elite by BLog BamZ | Blogger Templates | Privacy | Feed Rss